Inspired by Phillipians 4:3
Tuesday, September 16, 2014
Nick Vujicic: Motivation For Us
Nick Vujicic was born without hands and legs.
But he struggles, tries to do what normal people do.
If he, the one who is not "perfect", can do it.
Why can't we?
God bless you :)
Sunday, September 14, 2014
BAGAIMANA SAYA DAPAT MENGASIHI YESUS?
"Yesus berkata, 'Aku mencintaimu seperti apa adanya kamu sekarang. Dan aku sangat mencintai
untuk membiarkan kamu tetap seperti apa adanya kamu sekarang '"(Ibu Teresa).
Salah satu bagian favorit saya dalam injil yaitu disaat pertemuan antara Yesus dan Petrus ketika Yesus bertanya kepada petrus sebanyak tiga kali," Apakah engkau menasihi Aku?" saya sangat suka bagian ini karena ada saat-saat dalam hdup saya ketika saya tau Yesus juga bertanya kepada saya dengan pertanyaan yang sama dan memaksa saya untuk Dia dapat masuk ke dalam hati saya dan menemukan jawabannya disana.
Setelah beberapa hari berlalu, akhirnya saya dapat menjawab dengan tegas," YA!" dan berjalannya waktu, jawaban saya menjadi lebih hangat lagi. saya katakan " Tuhan, Aku mengasihi Engkau....Tapi ternyata itu tidak cukup."
Mari Kita lihat kisah tentang Petrus :
Yesus bertanya kepada Petrus dan pertanyaan yang diajukan Yesus itu sebanyak tiga kali sehingga Petrus diberikan kesempatan untuk memilih berbalik dan menolak disaat Yesus bertanya kepadanya Ke tiga kalinya.
Sama seperti Petrus pernah menyangkal Yesus tiga kali, jadi sekarang sebanyak tiga kali juga Dia mengungkapkan cintanya kepada Tuhan. Yesus mengambil inisiatif untuk membawa Petrus untuk bertobat dari dosa-dosanya. Lihat betapa indahnya apa yang dilakukan Yesus! Bahkan disaat ketika kita pernah menolak Yesus, Diapun tetap tidak meniggalkan kita, bahkan justru Dia semakin dekat kepada kita, Dia mengambil inisiatif untuk memimpin kita kembali kepada-Nya melalui pertobatan kita.
"Apakah engkau mengasihi Aku?" Ini adalah pertanyaan kepada setiap orang yang mau serius mengikuti Yesus , Kita harus merefleksikan kasih kita kepada Yesus, ini adalah inti dari kehidupan rohani kita. Jadi hari ini saya mengundang Anda untuk melihat ke dalam hati Anda dan mulai merespon kepada-Nya.
Apakah Anda mengasihi Dia?
Tidak satupun dari kita mengasihi Yesus dengan sempurna, tetapi jika kita mencoba untuk mencintai-Nya maka tentu itu akan terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Jadi, bagaimana kita mengasihi Yesus dengan Mudah? Bagaimana hal itu diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari?

• Kasihilah Dia dengan hati kita. Ini berarti bahwa Yeus adalah cinta pertama Kita. Dia datang sebelum segala sesuatu terjadi dalam hidupmu. Sudah sepantasnya Hati kita sepenuhnya milik-Nya. Bagaimana dengan Pasangan saya? jangan takut! Disaat kita semakin mencintai Yesus, maka kita mampu semakin mengasihi orang lainatau pasangan kita. Dia adalah sumber cinta kita dan semakin kita pergi ke sumber itu, semakin kita dipenuhi dengan cintanya. Mencintai Yesus dengan hati kita, itu berarti bahwa kita membiarkan ada yang menduduki tempat yang paling dalam hati kita; tempat yang bagi-Nya saja dan tidak ada seorangpun yang dapat mengantikanNya. Mencintai Yesus dengan hati kita berarti bahwa kita bersedia untuk melakukan apapun yang Dia minta dari kita, tidak peduli apa biaya, tidak peduli apakah itu bertentangan dengan keinginan kita sendiri. Mencintai Yesus berarti kita berkomitmen untuk setiap hari berdoa kepadaNya, dari hati ke hati dengan-Nya.
• Kasihilah Dia dengan pikiran kita. Ini berarti bahwa Yesus yang pertama ada dalam pikiran kita. Dia mempengaruhi semua yang kita lakukan dalam hidup kita. kita terus memikirkan tentang Dia sepanjang hari, kita terus berbicara kepada-Nya sepanjang hari, Sehingga kita menyadari bahwa Dia menyertai kita setiap saat. sehingga kita selalu melakukan yang terbaik, dengan anugrah Tuhan, kita dapat menghalau pikiran-pikiran yang bertentangan dengan kasih Yesus. Kita dapat menolak pikiran yang membuat kita marah, pikiran yang kotor, pikiran iri, pikiran menghakimi, dan setiap pikiran yang datang untuk menyerang kasih kita kepada Tuhan dan sesama kita. Mengasihi Yesus dengan pikiran kita, itu berarti kita membiarkan pikiran kita mau dibentuk oleh kebenaran yang diajarkan kepada kita melalui Firmannya, suatu kebenaran yang membawa kita dapat menjalani kehidupan Kristen secara lebih baik.
• Kasihilah Dia dengan tubuh kita. Ini berarti bahwa apapun panggilan kita kita harus tetap menjaga tubuh kita tetap kudus. Seperti halnya bagi pasangan yang telah menikah, mereka harus tetap setia satu sama lain dan memungkinkan untuk memperdalam cinta mereka sehingga mereka dapat masuk lebih dalam lagi ke dalam misteri besar dari Sakramen Perkawinan. Mereka yang tidak menikah atau memilih hidup sendiri. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap tulus dalam melayani Tuhan, keluarga, Gereja, dan masyarakat. Mengasihi Yesus dengan tubuh kita berarti bahwa kita membiarkan Roh Kudus untuk membentuk keinginan kita. kita bekerja sama dengan Tuhan untuk mengatasi kebiasaan buruk kita disaat kita tidak sabar, rasanya mau marah, sulit mengampuni, dan apapun itu, Tuhan akan berjuang bersama kita untuk melepaskan semuanya dari kita.
"Apakah engkau mengasihi Aku?" Ini merupakan pertanyaan yang sangat penting. Ini merupakan pertanyaan yang menuntut. Pertanyaan ini ditujukan kepada setiap orang yang mau sungguh-sungguh mengikuti Dia. Apakah kita siap untuk merespon seperti Petrus? "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mencintaiMu."
source: lightchristian.blogspot.com
Labels:
Refleksi
Mujizat Tuhan Di Candirejo Borobudur
Tanggal 11 Oktober 2004 yang lalu, saya bersama-sama dengan jemaat dan pengerja RDSB Magelang mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani di desa Candirejo Borobudur Jawa Tengah. Mayoritas penduduknya beragama Islam, hanya satu keluarga yang beragama Kristen.
Sebelum kami mengadakan KKR di desa tersebut, terlebih dahulu kami diperlihatkan suatu penglihatan dalam doa pagi bersama jemaat dan pengerja di gereja RDSB Magelang. Saya diperlihatkan suatu penglihatan satu desa yang ada sungainya, di pinggir-pinggir sungai tersebut tumbuh banyak bambu-bambu dan Tuhan Yesus hadir di desa tersebut.
Tiga hari kemudian saya bersama penjaga gereja mencari dimana letak desa tersebut. Dan ternyata desa tersebut adalah Candirejo Borobudur. Setelah kami sampai di desa tersebut, semua penduduknya beragama Islam dan hanya satu keluarga yang beragama Kristen, serta banyak orang yang sakit di desa tersebut. Setelah kami identifikasi keberadaan kuasa kegelapan serta orang-orang kuat yang dipakai oleh kuasa kegelapan, saya memberanikan diri meminta ijin kepada kepala dusun desa tersebut dan kepala dusun mengizinkan, kemudian kepala dusun meminta izin kepada kepala desa dan semua aparat desa mengizinkan untuk diadakan KKR di desa tersebut. Dua hari kemudian kami menyebarkan brosur undangan KKR Kesembuhan yang akan diadakan 5 hari kemudian.
Setelah sampai di gereja, saya mengundang pengerja RDSB yang bersedia melakukan penginjilan yang dikemas dalam bentuk KKR. Dan pada hari Minggu saya mengajak beberapa jemaat yang ingin ikut penginjilan di desa tersebut. Sampai Minggu malam, banyak yang telfon saya untuk ikut penginjilan yang akan diadakan hari Senin.
Saya sengaja tidak membentuk panitia KKR, karena saya percaya kalau memang Tuhan yang menghendaki diadakannya KKR, pasti Tuhan Yesus sendiri yang menggerakkan orang-orang untuk terbeban mempersiapkan KKR ini dan pasti Tuhan juga yang akan menyertai kami dan Tuhan Yesus sendiri yang akan menyatakan diriNya kepada orang-orang desa dengan Kesembuhan Ilahi.
Pada hari Sabtu orang-orang mulai latihan puji-pujian yang berbahasa Jawa diiringi oleh pemain keyboard yang baru bergabung dengan RDSB Magelang. Pada Senin pagi setelah kami berdoa pagi dengan beberapa orang, mereka berinisiatif untuk membawa kursi, sound system, dan keyboard milik mereka.
Senin sore setelah kami berdoa bersama di gereja RDSB Magelang, kami beriringan 5 mobil berangkat ke desa Candirejo Borobudur. Sampai di desa tersebut kami menurunkan alat-alat musik, lampu dan kursi. Saat kami sedang manata alat-alat tersebut, salah seorang dari warga desa tersebut meminta ijin saya untuk mengumumkan diadakannya KKR di desa tersebut melalui loudspeaker masjid setempat. Ini adalah sejarah pertama kali, pengumuman Kebaktian Kebangunan Rohani melalui pengeras suara masjid setempat. Dan memang saat itu yang hadir adalah orang-orang yang memakai kopiah, sarung dan membawa sajadah. Ini luar biasa Tuhan bekerja. Dan saat saya mengkhotbahkan firman Tuhan tentang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, mereka tetap setia mendengarkan bahkan terlihat matanya berbinar-binar seperti orang yang haus akan firman Tuhan. Saat adzan Maghrib, khotbah ditunda beberapa saat untuk memberi kesempatan bagi yang mau sembahyang. Setelah mereka selesai sembahyang Maghrib, mereka kembali lagi ke tempat duduk untuk mendengarkan firman Tuhan. Setelah selesai firman Tuhan, mereka saya ajak untuk menerima Yesus. Ternyata semua yang hadir mau mengundang Tuhan Yesus masuk kedalam hati mereka. Setelah selesai untuk ajakan lahir baru, mereka didoakan oleh pengerja dan jemaat gereja RDSB Magelang secara serentak.
Dan luar biasa! Tuhan Yesus bekerja luar biasa. Semua yang sakit disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Ada yang tuli bisa mendengar, ada yang matanya selalu berair menjadi sembuh. Ada yang lehernya benjol seperti gondok menjadi kempes benjolannya. Ada yang tenggorokannya sakit kalau berbicara menjadi sembuh. Dan semua yang sakit dari pinggang sampai ke kaki disembuhkan semua, kakinya agak lumpuh dan disembuhkan, yang sakit jantung disembuhkan, dada berdebar dan sakit kepala pusing disembuhkan.
Bahkan ada seorang jemaat RDSB yang ikut mendoakan kaki penduduk yang tidak bisa berjalan menjadi bisa berjalan, padahal dia hanya mengatakan: “ Ayo kaki-kaki yang sakit ini keluar dalam nama Yesus”. Dan orang itu disuruh berjalan dan ia bisa berjalan bahkan berlari. Ternyata orang yang belum biasa mendoakan orang lain, dipakai Tuhan dengan luar biasa. Pokoknya siapa saja yang bersedia tumpang tangan diatas orang yang sakit, pasti sembuh. Malam itu memang luar biasa lawatan Tuhan Yesus di desa tersebut. Semua pengerja dan jemaat RDSB Magelang yang ikut KKR tersebut terheran-heran menyaksikan pekerjaan Tuhan Yesus malam itu. Mereka bersuka cita. Bahkan besok paginya, masyarakat desa tersebut berseri-seri karena mereka bangun pagi dengan badan ringan. Bahkan ada penduduk desa tersebut yang bekerja di Magelang bersaksi kepada saya mengatakan: “Pak saat saya pulang kemaren sore ada yang berteriak kepada saya, “mas To saya sekarang sudah bisa macul (menyangkul ladang)!””. Ternyata orang tersebut kakinya susah berjalan, dan biasanya dia harus disuntik kalau berjalan. Dan malam itu orang tersebut disembuhkan oleh Tuhan Yesus.
Dua hari kemudian ada utusan dari desa tersebut mengundang kami untuk KKR lagi di desa tersebut. Ternyata mereka sudah merasakan jamahan Tuhan. Walaupun mereka harus sembahyang menurut kepercayaan mereka, ternyata jamahan Tuhan Yesus membuat mereka terkagum-kagum dan mereka tidak bisa menolak atau menyangkal bahwa Tuhan Yesus memang hidup sampai sekarang.
Ternyata Firman Tuhan itu “ya” dan “amin”. Kalau kita memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. Penginjilan dengan cara mereka menyaksikan sendiri bagaimana Tuhan Yesus menyembuhkan mereka, merupakan penginjilan yang sangat efektif.
Tuhan Yesus memberkati.
source: yesuskristus.com
Labels:
Mujizat
Subscribe to:
Posts (Atom)

